Transparent Teal Star TEATER DI INDONESIA ~ Ridha Refelina Syafar

Sabtu, 05 September 2009

TEATER DI INDONESIA


RIDHA REFELINA SYAFAR
XI IPA 2
TUGAS PEMBELAJARAN SENI
DARI RONALDO ROZALINO S.Sn

Seni teater merupakan salah satu kreatifitas seni yang pernah berjaya di Indonesia. Awalnya, seni teater yang berkembang merupakan seni teater tradisional yang berfungsi untuk hal-hal yang bersifat ghaib, seperti :

1. pemanggil kekuatan gaib,
2. menjemput roh pelindung untuk hadir di tempat pertunjukan,
3. memanggil roh baik untuk mengusir roh jahat,
4. peringatan nenek moyang dengan mempertontonkan kegagahan/kepahlawanan,
5. pelengkap upacara sehubungan dengan peringatan tingkat hidup seseorang, dan
6. pelengkap upacara untukk saat tertentu dalam siklus waktu.

Namun dari waktu ke waktu perkembangan seni teater di Indonesia semakin meningkat dan sangat digemari oleh masyarakat Indonesia pada umumnya. Sekarang, teater tradisi itu mulai berkembang pada komunitas daerah yang digunakan untuk atau pada acara-acara dan perayaan seperti khitanan, upacara pernikahan dan acara selamatan lainnya. contoh teater tradisional yang berkembang di Indonesia adalah :

1) Makyong dan Mendu di daerah Riau dan Kalimantan Barat,
2) Randai dan Bakaba di Sumatera Barat,
3) Mamanda dan Bapandung di Kalimantan Selatan,
4) Arja, Topeng Prembon, dan Cepung di Bali,
5) Ubrug, Banjet, Longser, Topeng Cirebon, Tarling, dan Ketuk Tilu di Jawa Barat,
6) Ketoprak, Srandul, Jemblung, Gatoloco di Jawa Tengah,
7) Kentrung, Ludruk, Ketoprak, Topeng Dalang, Reyog, dan Jemblung di Jawa Timur,
8) Cekepung di Lombok,
9) Dermuluk di Sumatera Selatan dan Sinlirik di Sulawesi Selatan,
10) Lenong, Blantek, dan Topeng Betawi di Jakarta dan sebagainya,

Teater tradisional ini memicu kepada ciri khas dari masing-masing daerah yang ada di Indonesia. Seperti yang ada di daerah kabupaten Kuantan Singingi, yaitu Randai kuantan Singingi, yang biasa di tampilkan pada perayaan even nasional Pacu Jalur kab. Kuansing.

Seirang dengan perkembangan zaman, seni teater yang berkembang di daerah-daerah Indonesia, maka melejit pula seni teater Modern yang ada pada saat ini.
Sebenarnya, Teater Modern ini tidak jauh berbeda dengan Teater Tradisional. Hnya saja, cara penyajiannya yang sedikit berbeda. Hal ini dikarenakan seni Teater Modern mendapat pengaruh dari Negeri Barat. Semua sajian dan ampilan asli Indonesia, di permax habis dengan ction penyajian Barat. Inilah yang di sebut dengan TEATER MODERN.
Menurut Sumardjo (2004:101) periodisasi teater modern adalah:
1. Masa perintisan (1885-1925)
a. teater bangsawan (1885-1902)
b. teater stamboel (1891-1906)
c. teater opera (1906-1925)
2. Masa kebangkitan (1925-1941)
a. teater Miss Riboet’s Oreon (1925)
b. teater Dardanela opera (1926-1934)
c. Awal teater modern di Indonesia (1926)
3. Masa perkembangan (1942-1970)
a. Teater zaman Jepang
b. Teater tahun 1950-an
c. Teater tahun 1960-an
4. Masa Teater mutakhir (1970-1980-an)

Teater Modern yang berkembang saat ini, banyak digunakan dalam pertunjukan-pertunjukan hari perayaan dan daramatisasi. Salah satu nya, Kabaret dan opera Romeo dan Juliet banyak di perankan dalam pementasan seni para pelajar di Indonesia.

0 komentar:

Poskan Komentar

my faith reader

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Justin Bieber, Gold Price in India